Sekedar Informasi

Tampilkan postingan dengan label Dunia Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Film. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2009

Film Mama Mia: Non Romantical Musical Film

Mama Mia, sebuah film musikal yang sepertinya merupakan semacam franchaise dari kontes pencari bakat dengan nama serupa. Saya pribadi agak terganggu dengan bintang film yang memerankan peran utama dalam film ini, akan tetapi secara keseluruhan film ini cukup bagus.

Hal yang membuat film ini bagus menurut saya adalah kejadian-kejadian film yang tidak bisa saya tebak. Pada awalnya saya berfikir bahwa film ini bakal ada adegan "hide and seek", akan tetapi ternyata tidak demikian. Banyak sekali adegan yang benar-benar mengejutkan saya dalam film ini, termasuk endingnya. Hal lain tentu saja adalah musik dan lagu-lagunya. Namun demikian saya tidak melihat film ini sebagai film yang romantis sama sekali.

Film Changeling

Film yang dibintangi oleh Angelina Jolie ini berkisah mengenai seorang ibu yang kehilangan anaknya dan menjadi korban kekorupan kepolisian di Los Angelos (LAPD). Film ini sangat menarik karena dapat memberi inspirasi mengenai harapan dan semangat pantang menyerah. Juga dapat memberi gambaran mengenai sebegitu besarnya cinta seorang ibu terhadap anaknya yang dapat membuat seorang ibu dapat melakukan apa saja demi anaknya tercinta.

Film ini berdurasi cukup panjang, sekitar 2 jam 21 menit. Akan tetapi ketika saya menontonnya saya tidak merasa bosan sama sekali. Setiap adegan sepertinya selalu membuat saya terpaku di depan layar untuk mengetahui apakah yang akan terjadi selanjutnya. Dalam pikiran saya selalu terjadi perdebatan: "Apakah film ini akan berakhir bahagia, ataukah sebaliknya?".

Bagaimanakah Sebuah Film Dikatakan Film Yang Bagus?

Bagaimana sih film yang bagus itu? Bagi saya ada beberapa hal yang membuat sebuah film dapat dikategorikan sebagai bagus, wajib ditonton, bahkan wajid dikoleksi. Yang pertama adalah apabila film yang saya tonton tidak membuat saya menebak apa yang akan terjadi selanjutnya atau tidak membuat saya berfikir tentang struktur film itu, maka saya menganggap film itu adalah termasuk film yang sangat bagus. Permasalahannya adalah bahwa saya kebetulan mempunyai sedikit pengetahuan mengenai menulis naskah film dan tau bagian-bagian dari sebuah cerita film. Bahkan menurut sebuah artikel yang saya baca, sekitar 90% film Hollywood dibuat berdasarkan struktur yang cukup baku. Oleh karena itu apabila ada film yang bisa membuat saya melupakan struktur sebuah film maka film itu saya anggap sangat bagus.

Yang kedua, andaikata pun suatu film dapat membuat saya menebak apa yang akan terjadi selanjutnya, atau membuat saya teringat akan struktur sebuah film, bila apa yang disajikan benar-benar sesuatu yang tidak tertebak, sesuatu yang benar-benar diluar dugaan, maka menurut saya film tersebut adalah film yang bagus. Unsur kejutan adalah sesuatu yang selalu menarik bagi saya.

Diluar dua hal tersebut di atas, ada beberapa hal yang membuat saya merasa bahwa sebuah film menarik untuk ditonton. Walaupun, tentu saja, hal tersebut belum tentu berarti bahwa film tersebut bagus. Misalkan saja akting yang luar biasa dan sangat natural, bintang film yang main, atau aktris yang cantik. Saya pernah menonton salah satu film Jackie Chan, kalau tidak salah judulnya Rob B, yang menurut saya merupakan salah satu film Jackie yang terburuk. Akan tetapi saya tetap saja menontonnya karena saya kebetulan penggemar Jackie Chan.

Film Marley and Me: Sebuah Inspirasi Untuk Menulis

Saya baru saja menonton film Marley and Me. Film yang berkisah tentang persahabatan manusia dengan anjing dalam lingkup keluarga ini benar-benar film yang sangat bagus, sangat inspiratif, dan cukup menyentuh.

Ada satu hal yang sangat inspiratif bagi saya, yaitu bahwa hidup itu adalah sesuatu yang menarik. Banyak sekali kejadian-kejadian di sekitar kita yang untuk kita sendiri mungkin merupakan sesuatu yang sangat biasa dan tidak terlalu menarik. Akan tetapi bagi orang lain, atau bagi kita sendiri di lain waktu, merupakan sesuatu yang sangat menarik dan dapat menimbulkan senyuman. Itulah salah satu yang ditunjukkan oleh film Marley dan Me ini. Sang aktor utama menjadi seorang kolumnis yang terkenal hanya karena ia menulis mengenai kesehariannya dan keluarganya bersama anjingnya, Marley.

Film ini juga mengingatkan saya bahwa betapa tidak bersyukurnya saya selama ini. Ketika saya melihat gunung Merapi, saya selalu melihatnya sebagai sesuatu yang biasa. Saya selalu melihatnya setiap hari, jadi tidak ada yang spesial mengenai hal tersebut. Akan tetapi bagi orang lain yang tidak tinggal di sekitar gunung Merapi mungkin tidak demikian. Bahkan mereka rela mengeluarkan uang untuk hanya sekedar melihat gunung Merapi atau memotretnya.

Hal-hal kecil ini sebenarnya merupakan hal-hal yang cukup menarik untuk ditulis. Mungkin tidak dalam perspektif membuat uang, akan tetapi sebagai simbol ekspresi diri dan sebagai sebuah cara dalam mengasah kemampuan kita dalam menulis. Bahkan tidak hanya dalam menulis, akan tetapi juga dapat melatih kita untuk melihat hal-hal yang mungkin terlupakan oleh orang lain, bagaimana menyikapinya, bagaimana mengutarakan pemikiran kita tentangnya, dan lain sebagainya.

Semoga saja setelah menonton film ini saya dapat lebih bersemangat untuk menulis dan mengasah otak saya. Amin.